Ada sesuatu yang menarik dari sebuah masalah yang kita temui berulang kali. Pada awalnya kita hanya berusaha mencari jalan keluar, sampai suatu hari terpikir bahwa mungkin ada cara yang lebih baik untuk melakukannya.
Appcardio berawal dari gagasan semacam itu.
Kedokteran adalah dunia yang akrab dengan angka, skor, rumus, tabel, dan berbagai alat bantu pengambilan keputusan. Dalam kardiologi, misalnya, ada begitu banyak kalkulator klinis yang membantu kita memperkirakan risiko, menilai kondisi pasien, atau memahami suatu penyakit. Semuanya berguna, tetapi informasi dan perangkat tersebut tersebar di banyak tempat.
Saya kemudian berpikir, mengapa tidak mencoba mengumpulkannya dalam satu platform?
Tidak ada rencana besar ketika gagasan itu pertama kali muncul. Saya hanya ingin membuat sesuatu yang berguna, sesuatu yang bisa mempermudah pekerjaan dan proses belajar saya sendiri. Saya mulai bereksperimen diwaktu senggang, mempelajari hal-hal baru, menulis koding, memperbaiki tampilan, lalu mengulanginya lagi ketika sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Dari proses itulah Appcardio tumbuh.
Yang semula merupakan gagasan sederhana perlahan berkembang menjadi platform digital yang menyediakan kalkulator klinis, perangkat bantu medis, dan berbagai sumber pembelajaran kardiovaskular. Saya ingin Appcardio menjadi tempat yang membuat pengetahuan lebih mudah dijangkau. Bukan dengan menggantikan buku, jurnal, atau pertimbangan klinis seorang dokter, melainkan dengan membantu menjembatani pengetahuan tersebut dengan kebutuhan sehari-hari.
Tentu saja, membangun sesuatu jauh lebih mudah dibayangkan daripada dijalankan. Di balik halaman yang dapat dibuka dalam hitungan detik, ada syntax yang perlu diperbaiki, fitur yang perlu diuji, server yang harus dipelihara, dan berbagai persoalan yang tidak selalu terlihat oleh orang yang menggunakannya.
Namun, ada kepuasan tersendiri ketika sesuatu yang sebelumnya hanya berupa ide akhirnya bisa digunakan oleh orang lain. Terlebih ketika saya menyadari bahwa pekerjaan yang berawal dari kebutuhan pribadi ternyata berpotensi membantu para sejawat dokter di berbagai belahan dunia yang menghadapi kebutuhan serupa.
Saya tidak tahu persis akan menjadi sebesar apa Appcardio kelak. Masih banyak yang perlu dibenahi, masih banyak gagasan yang ingin diwujudkan, dan mungkin masih banyak hal yang belum saya ketahui tentang cara membangunnya dengan baik.
Tetapi saya kira, kita tidak harus menunggu sampai mengetahui semuanya untuk mulai membuat sesuatu. Kadang kala kita cukup memulainya dari satu masalah kecil, satu gagasan sederhana, dan kemauan untuk terus memperbaikinya.
Appcardio adalah salah satu cara saya mencoba melakukannya.
