Tentang Monza Aulia


Saya suka belajar, membaca, menulis, dan membuat sesuatu. Kadang semuanya berjalan beriringan, kadang justru membuat daftar pekerjaan saya semakin panjang.

Sehari-hari, saya menjalani pendidikan spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Di luar itu, saya mengembangkan Appcardio, menulis, dan sesekali mencoba memahami hal-hal lain yang menarik perhatian saya. Sepertinya saya cukup sulit membatasi rasa ingin tahu hanya pada satu bidang.

Saya menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Malikussaleh. Setelah itu, perjalanan saya berlanjut ke dunia kardiologi. Semakin lama belajar kedokteran, semakin saya menyadari bahwa menjadi dokter berarti harus terus belajar. Buku bisa selesai dibaca, ujian bisa dilewati, tetapi pertanyaan baru selalu muncul. Rupanya, tidak ada tombol finish untuk urusan ini.

Saya menikmati proses tersebut, meskipun tentu ada hari-hari ketika tidur terasa jauh lebih menarik daripada membaca jurnal.

Selain kedokteran, ada dua hal lain yang cukup banyak menyita perhatian saya: teknologi dan tulisan. Keduanya memberi ruang untuk mengeksplorasi sesuatu di luar rutinitas klinis, sekaligus menjadi alasan mengapa saya sering menghabiskan waktu di depan komputer.

Appcardio

Saya membangun Appcardio karena tertarik pada kemungkinan sederhana: bagaimana teknologi web bisa membantu tenaga kesehatan dalam pekerjaan sehari-hari?

Dari pertanyaan itu, saya mulai mengembangkan berbagai kalkulator klinis, rumus medis, dan perangkat pendukung keputusan yang bisa diakses melalui internet. Saya ingin membuatnya praktis, mudah digunakan, dan tidak mengharuskan orang melewati banyak langkah hanya untuk mendapatkan hasil perhitungan.

Saya mengerjakan banyak hal sendiri, mulai dari menyusun konten klinis hingga mengurus kode, desain, dan berbagai persoalan teknis di belakang layar. Akibatnya, saya tidak hanya belajar tentang kedokteran, tetapi juga pemrograman, pengelolaan situs web, pengalaman pengguna, dan hal-hal lain yang sebelumnya mungkin tidak pernah masuk daftar pelajaran saya.

Membangun situs web ternyata bukan sekadar menulis kode lalu menekan tombol simpan. Ada masalah yang muncul tanpa diundang, fitur yang tiba-tiba tidak bekerja, dan perubahan kecil yang entah bagaimana bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Saya kira para pengembang perangkat lunak sudah cukup memahami bagian ini.

Appcardio masih terus saya kembangkan. Masih banyak yang ingin diperbaiki dan belum sempat dikerjakan. Untuk sekarang, saya berusaha membuatnya tetap berguna, menjaga kontennya tetap relevan, dan mengembangkannya secara bertahap di sela-sela kesibukan klinis.

Saya tidak tahu akan seperti apa Appcardio beberapa tahun lagi. Namun, saya senang memiliki sesuatu yang bisa dibangun sedikit demi sedikit, dipelajari prosesnya, dan semoga bermanfaat bagi orang lain.

Menulis dan Internet

Saya juga menikmati menulis, meskipun tidak selalu tahu harus mulai dari mana.

Kadang sebuah tulisan berawal dari buku yang baru selesai dibaca. Kadang dari percakapan, pengalaman sehari-hari, atau sesuatu yang saya temui di internet. Ada juga gagasan yang sudah lama tersimpan di kepala, tetapi baru berhasil ditulis ketika menemukan waktu yang tepat.

Bagi saya, menulis adalah cara untuk merapikan pikiran. Sesuatu yang terasa masuk akal di kepala belum tentu mudah dijelaskan dalam beberapa paragraf. Ketika mulai menulis, sering kali saya justru menemukan bagian yang belum benar-benar saya pahami.

Karena itu, saya tidak ingin setiap tulisan harus menjadi nasihat, pelajaran hidup, atau kesimpulan besar. Terkadang saya hanya ingin membicarakan sebuah gagasan, menceritakan pengalaman, atau mencatat sesuatu yang menurut saya menarik. Tidak semua hal harus berakhir dengan kalimat bijak.

Internet membuat kegiatan ini terasa lebih menarik. Kita bisa membaca pemikiran orang dari belahan dunia lain, mempelajari sesuatu yang sebelumnya tidak kita kenal, lalu membagikan pemikiran kita sendiri. Semua itu bisa dilakukan tanpa harus menunggu diterbitkan oleh siapa pun.

Tentu saja, ada sisi lain dari internet. Kita bisa membuka peramban untuk mencari satu informasi, lalu menyadari tiga puluh menit kemudian bahwa kita sedang membaca sesuatu yang sama sekali tidak berkaitan. Saya rasa banyak orang cukup akrab dengan pengalaman ini.

Itulah salah satu alasan saya ingin memiliki blog sendiri. Saya ingin punya tempat untuk menulis tanpa terlalu memikirkan algoritma, jumlah pengikut, atau apakah sebuah tulisan akan ramai dibicarakan. Kalau ada yang membaca dan merasa mendapatkan sesuatu, saya tentu senang. Kalau tidak, setidaknya saya punya tempat untuk menyimpan pikiran sendiri.

Sedikit Mengurangi Kebisingan Digital

Saya cukup tertarik pada cara teknologi memengaruhi perhatian dan kebiasaan kita sehari-hari.

Internet memberi kita akses ke hampir semua hal yang ingin diketahui. Masalahnya, akses yang begitu mudah juga membuat kita mudah berpindah dari satu hal ke hal lain. Kita bisa berniat membaca artikel penting, kemudian berakhir menggulir layar tanpa benar-benar ingat apa yang sedang dicari.

Saya mulai tertarik pada gagasan digital minimalism, yang banyak saya kenal melalui tulisan Cal Newport. Gagasan ini membuat saya berpikir ulang tentang bagaimana menggunakan teknologi secara lebih sadar, bukan sekadar mengikuti apa yang tersedia di layar.

Saya tidak berniat menghindari teknologi. Bagaimanapun, sebagian pekerjaan dan proyek saya justru bergantung padanya. Saya hanya ingin teknologi tetap menjadi alat, bukan sesuatu yang diam-diam mengambil terlalu banyak waktu dan perhatian.

Karena itu, saya mencoba mengurangi penggunaan media sosial dan memberi lebih banyak ruang untuk membaca, menulis, belajar, serta mengerjakan hal-hal yang memang ingin saya selesaikan.

Tentu, memahami konsep ini lebih mudah daripada menjalankannya. Mengetahui bahwa waktu kita berharga tidak otomatis membuat kita berhenti membuka aplikasi yang sama untuk kesekian kalinya. Saya pun masih belajar.

Setidaknya, saya ingin lebih sadar tentang apa yang saya konsumsi, apa yang saya bagikan, dan untuk apa saya menggunakan waktu ketika sedang berada di internet.

Di Luar Kedokteran dan Komputer

Di luar pekerjaan, saya suka membaca, berlari, dan mendaki.

Membaca memberi saya kesempatan untuk mengenal pemikiran orang lain. Menulis membantu saya mengolahnya. Sementara itu, berlari dan mendaki menjadi alasan untuk keluar rumah dan melihat sesuatu selain layar komputer.

Hubungan saya dengan berlari sebenarnya tidak selalu romantis. Saya melakukannya untuk menjaga kebugaran, meskipun pada beberapa hari, bagian terbaik dari lari justru ketika sesi tersebut selesai. Barangkali tidak semua hobi harus membuat kita tersenyum sepanjang prosesnya.


Mendaki menawarkan pengalaman yang berbeda. Ada perjalanan, pemandangan, dan kesempatan untuk mengambil jarak dari rutinitas. Tidak ada kebutuhan untuk terus memeriksa notifikasi ketika sedang berjalan di jalur pendakian, meskipun tentu saja sinyal yang hilang kadang ikut membantu.

Saya juga menikmati waktu untuk membaca dan melakukan sesuatu tanpa harus selalu mengejar hasil tertentu. Di tengah pendidikan, pekerjaan, dan proyek pribadi, saya berusaha mengingat bahwa hidup tidak harus menjadi daftar tugas yang semuanya perlu dicentang.

Tidak selalu berhasil, tetapi setidaknya saya mencoba.

Mengapa Saya Membuat Blog Ini?

Saya ingin memiliki tempat sendiri di internet.

Bukan karena semua orang membutuhkan blog, apalagi karena saya merasa setiap pikiran perlu dipublikasikan. Saya hanya menyukai gagasan memiliki ruang yang bisa dikelola sendiri, tempat saya menulis dengan leluasa dan menyimpan hal-hal yang ingin saya ingat.

Media sosial bisa berubah, platform bisa berganti arah, dan apa yang kita tulis di sana sering kali tenggelam di antara berbagai hal baru. Blog memberi saya kesempatan untuk mengatur semuanya dengan cara yang lebih saya sukai.

Di sini, saya akan menulis tentang kedokteran, teknologi, buku, internet, pekerjaan, dan berbagai hal lain yang menarik perhatian saya. Topiknya mungkin berubah seiring waktu. Minat manusia tidak selalu berjalan lurus, dan saya tidak melihat alasan mengapa blog pribadi harus berpura-pura sebaliknya.

Saya juga tidak memiliki target untuk menerbitkan tulisan setiap minggu atau mengubah blog ini menjadi sesuatu yang besar. Kalau suatu saat tulisan di sini bertambah banyak, bagus. Kalau sesekali saya menghilang karena pekerjaan, mudah-mudahan saya punya alasan yang cukup baik.

Untuk sekarang, saya hanya ingin terus belajar, membuat sesuatu, dan sesekali menuliskan apa yang saya pikirkan. Selebihnya, kita lihat saja nanti.

Temukan Saya di Internet

Terhitung sejak 2026, Anda tidak akan lagi menemukan saya di Instagram, Threads, Facebook, X, maupun TikTok. Saya memutuskan untuk meninggalkan platform-platform tersebut dan mengurangi kehadiran saya di media sosial.

Bukan karena ada masalah besar, juga bukan karena saya tiba-tiba membenci internet. Saya masih menyukai internet, mungkin justru karena itu saya ingin menggunakannya dengan cara yang berbeda. Ada begitu banyak hal menarik yang bisa ditemukan di sana, tetapi entah bagaimana, waktu kita juga bisa habis hanya untuk berpindah dari satu unggahan ke unggahan berikutnya.

Saya ingin punya lebih banyak waktu untuk membaca, menulis, belajar, mengembangkan Appcardio, dan melakukan hal-hal lain yang selama ini sering harus berbagi waktu dengan layar ponsel. Saya juga ingin menikmati sesuatu tanpa merasa perlu membagikannya kepada orang lain. Ternyata, sebuah pengalaman tetap bisa menyenangkan meskipun tidak memiliki dokumentasi di Instagram.

Tentu, saya tidak menganggap media sosial sepenuhnya buruk. Saya pernah menggunakannya, dan saya tahu ada banyak hal baik yang bisa ditemukan di sana. Hanya saja, pada titik tertentu, saya merasa tidak perlu lagi berada di semua tempat sekaligus. Mengurangi beberapa aplikasi terasa lebih masuk akal daripada terus mencari cara untuk mengelola waktu yang habis di dalamnya.

Saya masih bisa ditemukan di internet melalui LinkedIn. Blog ini juga menjadi tempat saya berbagi tulisan dan menyimpan berbagai gagasan yang ingin saya dokumentasikan.

Kalau ingin menghubungi saya, Anda bisa mengirimkan surel ke monzaaulia@hotmail.com. Saya mungkin tidak lagi aktif di banyak media sosial, tetapi saya tetap senang menerima pesan, bertukar pikiran, atau sekadar berbincang tentang hal-hal yang menarik. Saya tidak selalu bisa membalas dengan cepat, tetapi saya akan berusaha membacanya ketika ada waktu.

Jadi, saya tidak benar-benar menghilang dari internet. Saya hanya pindah tempat. Jika suatu hari Anda bertanya-tanya ke mana perginya akun-akun media sosial saya, jawabannya sederhana: saya sedang mencoba menggunakan internet dengan lebih sengaja, sambil menyediakan lebih banyak waktu untuk hal-hal di luar layar.